Halaman

Tampilkan postingan dengan label Tiens Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tiens Semarang. Tampilkan semua postingan

Produk Tiens Sudah Mendapat Setifikasi FDA

dr. Anita Kartika Sari Sp.A

Dokter spesialis anak alumni Universitas Airlangga Surabaya yang berpraktek di Surabaya ini sama sekali tidak tertarik dengan Tiens, karena ia termasuk orang yang anti MLM. Namun, stelah ia mellihat sendiri bagaimana nutrisi tiens membantu kesehatan anaknya, ia memulai memakai produk dan kemudian menjalankan bisnisnya.

Bagaimana akhirnya anda menerima nutrisi Tiens?
waktu itu anak saya sakit,dan ibu saya secara diam-diam memasukkan kalsium Tiens kebotol susu anak saya. Saya sempat kaget ketika tahu apa yang dimasukkan kalsium Tiens ke botol susu anak saya.Saya sempat kaget ketika tahu apa yang dimasukkan ibu ke botol susu anak saya.Namun, delapan hari kemudian anak saya sudah bisa jalan dan sehat kembali. dari situ saya mulai membaca, manfaat produk Tiens termasuk soal perizinan.saya melihat, produk ini sudah mendapat sertifikasi dari FDA. masuk keanggotaan APLI, bahkan produk Tiens telah menjadi makanan pokok kosmonot (astronot Rusia). Jadi alasan kenapa selamaini saya tertutup pada produk Tiens, karena sebelumnya saya belum mendapat informasi secara jelas.

Dokter Bicara Tiens Dan Kesaksian 50 Dokter

Produk Tiens ternyata mampu membuat dokter-dokter bicara tentang tiens. kualitas produk Tiens memang cukup baik untuk kesehatan. Bahkan sudah banyak dokter merekomendasikan penggunaan produk tiens. Jika belum sembuh juga dengan terapi medis.

Blog ini sengaja kami buat untuk mengungkapkan pengalaman dokter-dokter yang telah mengonsumsi produk-produk Tiens langsung maupun komentar dan kesaksian para dokter atau pasiennya terhadap penggunaan produk Tiens. Dokter Giri hanya berucap bahwa "Pasien itu hanya ingin kesembuhan". Jadi mengapa tidak mencoba mengonsumsi produk Tiens?


Mreka ingin pengalamannya dapat menjadi harapan bagi  orang lain.  Sehingga, bagi oranglain yang mengalami masalah kesehatan yang sama bisa ikut mendapatkan manfaatnya.

Kesaksian ini juga menunjukkan bahwa para pengonsumsi produk Tiens sudah menyebar ke pelosok negeri dan latar belakang yang beragam. artinya harga produk tidak menjadi masalah jika tujuan utama adalah kesehatan. karena sehat itu jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga produk-produk Tiens.

Kami berharap, blog ini dapat menjadi tempat sharing informasi dan bisa menjadi inspirasi atau manfaat untuk membantu kerabat dan teman-teman yang sedang bermasalah dengan kesehatan.



Salam Sehat dan Sejahtera

Arin
081 2299 0 9977

100% SUCCES MINDSET

PEMBICARA motivasi terkenal Jim Rohn pernah berkata,

“You can’t hire someone else to do your push-ups for you.”

(Anda tidak dapat menyewa orang lain untuk melakukan push-up untuk Anda).

Tepat sekali! Kesuksesan Anda tergantung 100% dari kerja keras Anda bukan oleh orang lain. 100% success mindset mempunyai konsep bahwa Andalah yang memegang kendali dari kesuksesan dan kegagalan Anda.

Konsep sukses yang akan saya paparkan hanyalah merupakan peta untuk mencapai kesuksesan, namun sekali lagi Anda sendirilah yang harus bekerja untuk mendapatkannya.
Suatu kenyataan yang hampir diterima oleh banyak orang, bahwa seseorang / sesuatu (bukan diri kita) yang menyebabkan hidup ini bahagia atau sedih, kaya atau miskin, berhasil atau gagal.
Namun kebenaran yang pasti adalah kitalah yang sebenarnya menentukan kualitas hidup kita.

Banyak orang terjebak dengan apa yang digambarkan oleh akronim berikut: B.E.D.

B mewakili Blame (sifat menyalahkan keadaan/orang lain)
yang menyebabkan seseorang melemparkan tanggungjawab kegagalan mereka kepada orang lain. Sifat yang satu ini adalah sifat yang sama sekali tidak membentuk sikap positif dalam diri seseorang dan orang yang satu ini melarikan diri dari kenyataan yang sebenarnya bahwa dialah yang harus dipersalahkan atau dihargai untuk kegagalan atau kesuksesannya.

E, merepresentasikan Excuse (alasan-alasan yang menguatkan mengapa seseorang gagal), tepat sekali apa yang dikatakan oleh George Washington Carver bahwa 99% kegagalan berasal dari orang-orang yang memiliki kebiasaan mencari-cari alasan.

D, mengartikannya sebagai Denial (penyangkalan diri)
Pada level ini seseorang sudah menolak perubahan dan menerima kenyataan bahwa memang inilah kondisi yang harus diterima. Proses penyangkalan ini bejalan selama bertahun-tahun, dimulai dengan menyalahkan orang lain/keadaan kemudian mencari beribu-ribu alasan untuk menetapkan bahwa bukan dialah yang bertanggung atas semua yang terjadi dalam hidup ini dan jikapenyangkalan ini terus berlangsung, hal ini akanmenuju kepada kegagalan final.

Start with your Attitude
Saya yakin dengan kondisi harga tiket pesawat yang semakin murah, setidak-tidaknya Anda pernah mempunyai pengalaman naik pesawat. Khususnya lagi untuk pesawat yang menawarkan harga yang murah penumpang mungkin agak takut ketika berada di udara mengingat murahnya tiket berhubungan langsung dengan perawatan pesawat. Jika seandainya mesin pesawat pada sayap kiri mendadak tidak berfungsi reaksi pilot mana yang Anda akan pilih
(1). Sang pilot keluar dari kokpitnya dan berlari berteriak-teriak di depan penumpang dengan berkata,
“habislah kita semua, pesawat ini akan jatuh dan saya tidak mampu menyelamatkannya.”, atau

(2). Sang pilot dengan tenang melalui mikrofonnya menyampaikan bahwa salah satu mesin pesawat tidak berfungsi dan ia sedang mencoba membenarkannya dan menghimbau agar penumpang tetap tenang walaupun ada goncangan sampaimesin dapat diperbaiki.

Saya yakin Anda mencari pilot yang memiliki attitude seperti pada point 2.

Kesimpulannya, sebelum Anda terlebih dahulu mampu menetapkan bahwa segala sesuatu merupakan tanggungjawab anda 100%, anda harus terlebih dahulu mengubah sikap Anda.

Tidak ada satupun sikap negatif yang dapat memperbaiki keadaan. Hanya dengan bersikap positif-lah, Anda dapat menerima keadaan yang terburukpun dan mampu mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih baik lagi.

It’s the Inside Problem!
Ada sebuah cerita yang menarik yang menceritakan mengenai seorang tua yang berjalan di kegelapan malam dan berhenti di bawah sebuah lampu jalanan dan mencari sesuatu di bawah sinar lampu itu. Kemudian datanglah seorang muda menanyakan kepada orang tua itu, apa yang sedang ia lakukan? Jawabnya, “Saya sedang mencari kunci saya yang hilang.” Anak muda itu langsung menawarkan bantuannya untuk mencari kunci itu. Setelah dua jam ia membantu mencari, akhirnya ia menyerah dan kemudian ia berkata kepada orang tua itu, “Kita telah mencari di semua tempat sekitar sini dan belum juga menemukannya; apakah Anda yakin Anda kehilangan kunci itu di sekitar tempat ini? Orang tua itu menjawab, “Tidak, kunci itu hilang di rumah, tapi rumah saya tidak memiliki penerangan dan tempat ini lebih terang dari rumah saya.” Cerita yang lucu ini mengingatkan kita untuk tidak mencari alasan atau kunci sukses di luar sana, karena semuanya berada dalam diri kita dan hanya kitalah yang mampu mengubahnya.
 
Throw Your Excuses!
Anda harus berhenti mencari-cari alasan atas kegagalan Anda. Saya yakin semua orang mempunyai alasan-alasan yang berbeda mengapa mereka gagal. Jika Anda mendengarnya, alasan itu kedengarannya begitu masuk akal. Ada yang berkata, ini semua karena kesalahan orang tua saya karena tidak memberikan pendidikan yang cukup, ada lagi yang berkata, ini adalah kesalahan orang tua saya karena terlalu memanjakan saya akibatnya saya tidak berhasil; ini adalah kesalahan boss saya, karena tidak menempatkan saya di posisi yang tepat, ini kesalahan pelanggan saya, karena terlalu menekan komisi saya sehingga saya tidak dapat memberikan servis yang terbaik, dan juga karena pelanggan saya yang menetapkan harga jual rumah yang terlalu tinggi, sehingga saya tidak mampu menjualnya. Apakah Anda pernah mendengar keluhan klasik seperti di atas? Semuanya kedengarannya sangat masuk akal, namun dengan menerima kenyataan-kenyataan ini, Anda tidak akan mendapatkan hasil yang baik. Begitu banyak orang ingin agar dunia ini berubah terlebih dahulu sebelum ia berubah. Seperti banyak orang berkata bahwa ia akan berhenti korupsi jika negara ini berhenti korupsi; bagaimana hal ini bisa terjadi dengan rakyat yang mempunyai mental seperti ini. Saya teringat sebuah kantor MB yang telah tutup, MB-nya berkata bahwa ia akan berusaha lagi kalau krisis di negara kita sudah berlalu, ia juga menyampaikan akan memulai lagi jika komisi sudah standard dan open listing di hapuskan. Menurut Anda kapan ia akan memulai lagi? Jawabnya tidak pernah karena bukanlah hal-hal ini yang harus berubah tetapi kitalah yang harus berubah! Hal-hal yang baru saja saya sebutkan sampai saat ini belum berubah.

E + R = O
Dr. Robert Resnick seorang pakar psikoterapi di Los Angeles mengungkapkan suatu teori yang sederhana namun sangat penting untuk menjelaskan arti dari 100% success mindset.

Ia mengatakan E (Event) + R (Response) = O (Outcome).

Formula sederhana ini menjelaskan bahwa setiap hasil daripengalaman hidup ini (baik gagal maupun sukses, kaya ataupun miskin) adalah hasil dari bagaimana kita merespon terhadap kejadian-kejadian dalam hidup kita. Jika Anda tidak menyukai hasil yang Anda dapatkan sekarang, ada dua pilihan yang dapat Anda ambil:

1) Anda dapat menyalahkan event-nya yang mengakibatkan hasil yang tidak Anda inginkan. Dengan kata lain, Anda akan menyalahkan situasi ekonomi yang jelek, kenaikan harga BBM, kurangnya pendidikan Anda, system yang tidak baik dan masih banyak lagi yang dapat Anda salahkan karena event inilah yang menyebabkan kegagalan Anda. Dengan berpikir seperti ini, Anda tidak sepenuhnya salah, memang inilah kenyataan hidup ini, dan dunia ini tidak sempurna. Namun dengan memiliki sikap yang seperti ini,
akankah Anda akan mengambil tindakan untuk berubah ?
Akankah event tersebut dapat berubah?
Menurut Anda, apakah lebih mudah merubah event atau merubah response Anda ?
Event adalah kejadian yang terjadi dan seringkali tidak dapat diubah.
Yang menentukan keberhasilan seseorang bukan event-nya tetapi response terhadap event tersebut.

2) Anda dapat mengubah response terhadap event-nya sampai Anda mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Inilah sikap yang dianut oleh seorang juara sejati.
Dalam persamaan matematis yang sederhana di atas, jika pengaruh E (Event) > R (Response) yang Anda ambil, Outcome-nya (O) akan lebih depengaruhi oleh Event (E). Namun, jika pengaruh E (Event) < R (Response), Outcome-nya (O) akan lebih dipengaruhi oleh Response Anda.

Kesimpulannya Response Andalah yang mempengaruhi hasil akhir dari kehidupan Anda. Karena akan lebih mudah dan masuk akal untuk mengubah Response kita dibandingkan Event yang terjadi. Jika Anda tidak suka dengan hasil yang Anda peroleh, ubahlah Response Anda!

Ketika terjadi gempa bumi pada tahun 1994 di Northridge, California, ada sebuah jembatan tol yang ambruk yang mengakibatkan para pemakai jalan harus menunggu antri 2-3jam hanya untuk melewati bagianyang ambruk tsb. Seorang wartawan CNN melakukan interview dengan para pengemudi yang umumnyakesal dengan kejadian tsb. Seorang pengemudi mengungkapkan kekesalannya dengan berkata,

” Saya benci tinggal di California. Pertama kebakaran hutan, kemudian banjir, dan sekarang gempa, walaupun saya sudah berangkat pagi hari, tetap saja terlambat sampai kantor. Kemudian wartawan itu melanjutkan ke mobil yang lain, response pengemudinya sangatlah berbeda. Pengemudi itu tersenyum seakan-akan menikmati kemacetan itu, katanya,

” Saya berangkat jam lima pagi dari rumah dan saya memiliki banyak kaset yang enak untuk di dengar, istri saya menyiapkan kopi dalam termos saya, jadi saya tidak mempermasalahkan kemacetan ini.”

Dan jika memang kemacetan ini merupakan faktor yang mutlak, seharusnya semua orang akan marah. Demikian juga jika krisis ekonomi ini merupakan faktor utama, semestinya semua agent tidak ada yang berhasil. Bukti mengatakan lain, justru pada saat ini Top MA dan Top MB mencapai prestasi yang tertinggi karena jeli me-response terhadap event yang terjadi.

Cerita yang tidak kalah menguatkan bahwa Response jauh lebih penting dari Event terjadi di sebuah dealership mobil Lexus di California. Ketika terjadi perang teluk di awal tahun 90-an, penjualan mobil mewah anjlok drastis. Manager dari dealer tersebut sadar bahwa jika mereka tidak merubah Response-nya terhadap Event yang terjadi, mereka dengan terpaksa harus menutup dealer tersebut. Cara lama mereka dengan memasang iklan di koran dan radio tidak berhasil menarik calon customer ke showroom mereka, O (outcome)/hasilnya malah menurun. Sadar bahwa jika ingin agar hasilnya membaik, mereka harus mengubah Response mereka terhadap keadaan yang terjadi. Ia kemudian menugaskan para salesman-nya untuk membawa mobil itu ke pesta-pesta orang kaya, ke country club, ke lapangan golf dan menawarkan test-drive gratis bagi setiap orang di lingkungan elit tersebut. Pernahkah Anda melakukan test-drive mobil mewah dan setelah itu kembali menjalankan mobil lama Anda? Bagaimana perasaan Anda? Saya yakin Anda tidak puas dengan mobil Anda.
Anda tiba-tiba merasa menemukan sebuah mobil yang lebih enak dari mobil Anda.
Hal yang sama terjadi dengan orang-orang yang melakukan test-drive mobil Lexus, akibatnya penjualan mobil terangkat. Dealership ini telah mengganti Response mereka terhadap Event yang sama, alhasil Outcome/hasilnya berubah.
Dan yang sangat mencegangkan,
penjualan di tahun itu melebihi penjualan ketika perang telum belum terjadi.

Believe it or not!

Progress… Progress…

Seorang juara sangat menyadari bahwa ia tidak boleh terlena dengan kesuksesan yang sementara. Jawablah pertanyaan saya, berapa kali dalam seumur hidup Anda menggosok gigi Anda? Saya yakin, puluhan ribu kali. Apa yang terjadi jika Anda berpikir, karena telah melakukannya setiap hari, Anda ingin berhenti melakukannya selama satu bulan ke depan? Saya yakin Anda mengerti maksud saya. Hal yang sama berlaku untuk motivasi diri;

Anda tidak bisa hanya mengikuti beberapa seminar atau mendengarkan beberapa kaset motivasi dan tidak merasa butuh akan motivasi. Hal ini tidaklah benar, walaupun saya pribadi sering memberikan training motivasi kepada MA, saya sendiri setiap hari membaca buku motivasi dan memberikan target yang menantang untuk dicapai, ujung-ujungnya agar motivasi itu terus berkobar. Lihatlah iklan program diet yang gencar di media massa. Saya yakin jika Anda mengikutinya Anda akan kehilangan berat badan, namun hanya untuk sementara. Mengapa? Karena jika Anda tidak mengubah kebiasaan hidup sehat dan pola makan yang sehat, sukses Anda dalam menghilangkan berat badan Anda hanyalah suatu tujuan dan setelah tercapai tidak memiliki drive yang kuat untuk dipertahankan. Ada sebuah pepatah yang sangat mengembar-gemborkan langkah pertama; dikatakan bahwa dengan mengambil langkah pertama (Action), Anda telah menyelesaikan 50% kesuksesan Anda.

Pepatah ini telalu naïf karena kesuksesan Anda lebih bergantung pada cara Anda secara konsisten, persisten dan pantang menyerah untuk tetap menghidupkan momentum dari tindakan Anda. Banyak orang dapat memulai sesuatu hal, namun begitu mudah berhenti ketika masalah datang. Sebelum Anda mengubah Action itu menjadi Habit (kebiasaan), sukses Anda tidak akan lama. Inilah rahasia yang paling utama dan jitu jika Anda ingin meraih sukses yang berkesinambungan.

Summary
Untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan waktu, usaha, kesabaran dan daya tahan yang tinggi. Ingatlah bahwa dalam mengejar kesuksesan, Anda akan bertemu dengan rintangan, tantangan dan tembok yang tebal. Pada suatu saat Anda akan merasa bahwa Anda tidak mampu lagi untuk berkembang dan disaat inilah yang membedakan seorang juara dari rata-rata. Kebanyakan orang berhenti mencoba dan mengubur mimpi mereka ketika mereka merasa menghadapi tembok yang tebal, namun juara sejati menemukan bahwa dengan sikap yang pantang menyerah mereka dapat bertumbuh terus pada level yang tidak pernah terbayangkan. Jika Anda mengaplikasikan konsep-konsep sederhana yang dipaparkan di atas, Anda telah berjalan dalam arah yang benar dalam meraih kesuksesan Anda. Success will be Yours!

Tiens Syariah


Bertempat di Auditorium Gedung Majelis Ulama Indonesia, Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan Sertifikat Syariah kepada TIENS Indonesia. Sertifikat Syariah yang diserahkan oleh KH Ma’ruf Amin selaku Ketua DSN MUI tersebut diterima langsung oleh Chairman Tiens Group Co. Ltd, Li Jinyuan. Sertifikat Syariah tersebut diberikan setelah mendapatkan rekomendasi dari DSN MUI atas pembukaan Unit Usaha Syariah TIENS Indonesia.

Hal ini tentunya setelah dilakukan evaluasi dan pengkajian yang intensif terhadap keseluruhan aspek bisnis dan operasional manajemen, perusahaan yang bernaung di bawah nama PT Singa Langit Jaya tersebut telah sesuai dengan kaidah-kaidah syariah. Penyerahan Sertifikat Syariah tersebut dilakukan dalam acara Seremonial dan Konferensi Pers kedua belah pihak pada hari Senin, 14 Januari 2013.

“Tidak banyak perusahaan yang memiliki Unit Usaha Syariah, terlebih perusahaan yang bergerak dibidang Multi Level Marketing. Oleh karena itu atas nama Majelis Ulama Indonesia, kami mengucapkan selamat kepada TIENS yang telah mendapatkan sertifikat syariah ini. Hal ini menandakan bahwa produk-produk TIENS Halal dan dari segi bisnis pun telah sesuai dengan aturan-aturan syariah”. ujar KH Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Syariah Nasional, dalam konferensi persnya, Senin (14/1).

Sementara menurut H.M Ichwan Sam, Sekjen MUI, pihaknya menyambut baik sektor bisnis khususnya pihak swasta seperti TIENS yang memiliki itikad baik untuk membuka Unit Usaha Syariah.

"Hal ini sangat menggembirakan karena dapat menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia,” katanya.

Sedangkan menurut Chairman Tiens Group, Co. Ltd, Li Jinyuan, pemberian Sertifikat Syariah ini menjadi salah satu bukti bahwa TIENS sangat peduli akan syariah Islam.

“Indonesia yang memiliki masyarakat Muslim terbanyak merupakan market terbesar kami, sehingga kami berupaya keras agar masyarakat Indonesia dapat dengan nyaman dan tanpa kekhawatiran baik dalam mengkonsumsi produk, maupun menjalankan peluang bisnis kami," ungkapnya.

Li menambahkan pihaknya bangga menjadi perusahaan China pertama yang mendapatkan Sertifikat Syariah

Dengan adanya sertifikat syariah ini, maka TIENS Indonesia di bawah nama PT Singa Langit Jaya telah memenuhi persyaratan pembukaan Unit Usaha Syariah sebagaimana tertuang dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 75/DSN MUI/VII/2009 tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS), dimana terdapat 12 poin ketentuan hukum yang harus dipenuhi.

Ketentuan-ketentuan tersebut diantaranya adalah, adanya objek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang atau jasa, memiliki produk yang halal, perhitungan komisi yang adil dan tidak menimbulkan ighra’, dan tidak melakukan kegiatan money game.

11-12-2013

Selamat membaca blog Tiens Semarang..

ditanggal, bulan, dan tahun cantik 11-12-2013
saya memulai membuat blog Tiens Semarang..
Puji syukur atas kehadirat ILLAHI ROBBI..
yang telah menjodohkan saya dengan bisnis Tiens..
memberikan saya peluang untuk bermanfaat bagi sesama..

Salam Sukses untuk anda semua..

Best Regards
Arin